Beijing, 1:15 PMTiga hari. Sudah tiga hari sejak Angel tendang koper berisi semua jejak Nick Brechtje ke kontainer sampah basement. Tiga hari tanpa notifikasi dari nama itu. Tiga hari tanpa tangisan jam 3 pagi.Hari ini Evie nyeret Angel keluar kamar. "Kalau terus di kamar, kamu jamuran, Ngel. Ikut aku ke launching butik temen Hilde. Cuci mata, cuci hati."Angel ngalah. Angel pake dress hitam A-line selutut, rambut dikuncir rendah, no make up. Pipinya udah nggak bengkak, tapi kalau disentuh masih ada nyeri samar. Bekas tamparan Nick itu nggak hilang secepat Angel blokir nomornya.Butiknya di Sanlitun. Rame. Lampu gantung kristal, meja champagne, cewek-cewek sosialita Beijing dengan tas yang harganya bisa bayar kuliah Angel dua semester. Angel nggak kenal siapa-siapa. Angel cuma berdiri di pojok, pegang gelas sparkling water, pura-pura sibuk merhatiin manekin."Aku nggak cocok di sini," batin Angel. "Tapi lebih baik daripada ketemu bayangan Nick di setiap sudut apartemen.""Angel Anne
Read more