MasukAngel Anneliese, sosok gadis SMA yang berumur 16 tahun dan berakhir menjadi seorang sugar baby. Wajah cantik, perilaku imut dan tingkah polosnya berhasil membuat pria yang berumur 14 tahun lebih tua darinya itu langsung tergila-gila untuk menjadikannya seorang sugar baby. Nick Brechtje, sosok pria yang begitu egois dan tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya, berhasil membuat seorang Angel Anneliese yang terbilang tidak peduli dengan cinta itu berhasil bertekuk lutut. Nick yang juga membenci dengan yang namanya 'Status Pengikat' pada akhirnya langsung terbuai oleh gadis mungil itu dan menjadikannya seorang sugar baby. Bagaimana kehidupan Angel saat setelah menjadi seorang sugar baby sesuai dengan keinginannya? Apakah dia mendapatkan kebahagiaan sama seperti apa yang dia ekspektasikan? Ataukah dia mendapatkan kenyataan yang berbanding terbalik dari ekspektasinya?
Lihat lebih banyak"Kamu mau pulang bareng aku, nggak?" tawar Evie Belinda.
"Angel mau pulang sendiri aja," jawab Angel tanpa menoleh. Tangannya sibuk memasukkan buku ke tas. "Jadi kamu pulang sama siapa?" "Ha?!" Angel menoleh linglung. "Aku... Aku pulang sendiri..." Suaranya pelan. Bohong. Evie memicingkan mata. Tatapannya menusuk. Angel menghela napas. Tatapan Evie membuatnya tidak nyaman. "Beneran, ih! Angel beneran pulang sendiri." Angel mengerucutkan bibir, berusaha meyakinkan. Evie berdeham. "Ya sudah! Kamu balik aja sama aku, daripada pulang sendiri," ucap Evie. Angel memutar mata. Otaknya berputar mencari alasan. "Ihhhh! Angel naik busway saja!" pekiknya. Evie mendelik. "Nggak usah! Pokoknya pulang bareng aku!" Evie tidak mau kalah. "Evieeeee! Angel mau naik busway pokoknya," rengek Angel. Evie memutar bola mata malas. "Memangnya seseru apa, sih?! Yang ada cuma buang uang," gumam Evie. "Kamu pulang saja," Angel memerintah sambil terus beres-beres. "Kamu beneran yakin mau pulang sendiri?" Angel mengangguk cepat. Matanya mantap menatap Evie. "Ya sudah kalau begitu. Aku balik," Evie akhirnya menyerah. Angel berdeham lega sambil tersenyum lebar. Evie menyandang tas dan keluar kelas. Angel berhenti beres-beres. Matanya tidak lepas dari punggung Evie yang menjauh. Senyumnya luntur. Diganti rasa bersalah yang menyesak. "Maaf, Vie. Angel harus bohong. Angel takut kamu meninggalkan Angel kalau kamu tahu semuanya," batin Angel sambil menunduk. Dadanya sesak. *** Angel berdiri di gerbang sekolah. Matanya celingak-celinguk. Lalu bibirnya merekah. Mobil sport putih yang dia kenal sekali parkir tidak jauh dari gerbang. Angel berlari kecil ke sana. Dia mengetuk kaca mobil. Klik. Pintu terbuka. Nick sedang merokok. Angel buru-buru masuk. Nick membuang rokoknya lewat jendela. Mata Angel langsung berbinar menatap pria di sampingnya. "Daddyyyyyyyyy!" pekik Angel manja. Tanpa menunggu, Angel langsung memeluk tubuh Nick Brechtje. Pria 14 tahun lebih tua darinya. Sugar daddy-nya. Nick membalas pelukannya sekilas. Angel lalu melepas pelukan itu. "Aku kira kamu sibuk lagi. Hampir saja aku pulang bareng Evie. Kamu tidak kasih kabar mau jemput," Angel mengomel manja. "Terus kamu tahu dari mana aku mau jemput kamu?" Nick bertanya datar. "Feeling!" Angel menyeringai bangga. Nick tersenyum tipis dan langsung tancap gas. "Daddyyyyyyyyy!" "Hmm?" "Angel lapar sekali." Nick melirik Angel sebentar, lalu fokus menyetir lagi. "Mau makan apa?" "Makan Daddy," jawab Angel, nadanya sengaja dibuat manja. "Nakal?" Bibir Nick miring. Angel tertawa kecil. Menggeleng-geleng. "Bercanda, Daddy. Angel mau makan waffle saja!" "Lagi?" "Iya! Boleh ya, Daddy!" Angel semangat memeluk lengan Nick. "Hmm..." Nick hanya berdeham. Angel langsung tersenyum lebar. Dia mengecup pipi kanan Nick. "Tapi makannya di apartemenku saja." "Kenapa tidak makan di luar sekalian?" "Aku sedang tidak mau ramai, Ngel." "Ah... Oke..." Nick mengelus rambut Angel. Tumben sugar baby-nya nurut. _** Nick masuk kamar. Angel sudah tiduran di kasur. "Kenapa langsung ke kamar? Waffle-nya di dapur tidak dimakan," Nick duduk di pinggir kasur. "Tiba-tiba Angel mengantuk sekali," Angel manyun. "Bisa begitu?" Nick mengangkat alis. "Hmm..." Angel memejamkan mata. "Posisi tidurnya diperbaiki, Ngel." "Enak kalau begini, Daddy." "Angel!" Nada Nick naik satu oktaf. Angel langsung manyun kesal. Angel membenarkan posisi tidurnya. Nick hanya melipat tangan, memperhatikan dia. Kapan aku ganti baju ya? Masih seragam begini, Angel menggerutu dalam hati melihat dirinya sendiri. "Kan! Angel tidak bisa tidur lagi! Tadi enakan posisinya begitu!" protes Angel. "Ck, ribet sekali," keluh Nick. "Ish! Beneran, loh," Angel manyun. Nick mengacak rambutnya. "Tinggal pejamkan mata. Sudah, kan?!" "Peluk Angel, dong!" "Hmm..." Nick naik ke kasur dan berbaring di sebelah Angel. Angel langsung tersenyum lebar. Dia bergeser, menindih dada Nick yang bidang. "Bedanya sama tidur yang tadi apa coba?" tanya Nick datar. Angel hanya menyeringai. Dia membenamkan wajah di leher Nick dan memejamkan mata lagi. "Mau pulang jam berapa?" tanya Nick. Angel menggeleng. "Mama sama Papa ke luar kota. Aku mau menginap di sini saja sama kamu," bisik Angel. "Aku mau lembur." Tiga kata itu membuat Angel langsung membuka mata. Dia mendongak menatap Nick. "Lembur apa lagi?! Kamu yang punya barnya!" Angel tidak terima. Dia tidak mau ditinggal sendiri. "Aku ada tamu VIP." Angel manyun. Jawaban Nick selalu itu. "Ih! Suruh manajer kamu saja," Angel makin erat memeluk Nick. "Tidak bisa, Ngel." Nick mencoba melepas pelukan Angel. "Tidak usah kerja begini dong..." Nick menghela napas panjang lalu mengecup pipi Angel sekilas. Tapi Angel masih tidak mau kalah. "Aku tidak kerja, yang bayar kamu siapa?" "Ish!!!" Angel langsung duduk di atas perut Nick. "Kenapa harus bayar?! Bukannya Angel itu pacar kamu?!" Angel manyun. "Sejak kapan?" Nick mengangkat alis. "Makanya! Ayo kita pacaran!" rengek Angel. "Tidak," jawab Nick singkat. Angel manyun makin parah. "Daddyyyyyyyyy! Update dong! Dari baby jadi pacar," Angel memaksa manja. "Upgrade apa?!" "Ayo pacaran pokoknya, Daddy!" Dasar batu, umpat Angel dalam hati. "Sudah. Katanya mau tidur. Tidur sekarang! Aku mau kerja!" "Mau ikut." "Tidak! Kamu kalau ikut menyusahkan." "Mana ada aku menyusahkan kamu," Angel tidak mau kalah. Nick mengangkat kedua alisnya. "Angel sekarang mengajak berantem?" "Mana ada aku mengajak berantem!" Kesal, Angel langsung berdiri dan berjalan ke balkon. Nick hanya mengembuskan napas kasar di belakangnya. Susah juga jadi sugar baby seperti aku. Tapi Nick juga tidak akan menemukan yang semanja aku, batin Angel sambil memeluk dirinya sendiri di balkon. Angin malam membuat matanya perih.Beijing, 18 Desember 2026, 8:00 AMEnam bulan. Seratus delapan puluh tiga hari sejak Angel usir Nick dari hidupnya di butik itu.Apartemen lantai 12 itu udah beda. Dinding putih diganti sage green. Sofa kulit hitam Nick udah Angel jual ke Xianyu, uangnya Angel donasiin ke Beijing Pet Shelter. Sekarang ada sofa kuning mustard yang Angel sama Evie pilih sambil debat 3 jam di IKEA Chaoyang.Di meja kerja ada frame foto baru: Angel sama Evie di Disneyland Tokyo, Hilde lagi nyengir pake bando kelinci di Houhai, Papa Angel meluk Angel pas orientasi kampus. Di dinding ada piagam: _Angel Anneliese, Bachelor of Arts in Communication, School of Journalism and Communication, Tsinghua University, Cum Laude, GPA 3.89/4.0_Nggak ada foto Nick. Nggak ada Bryan. Nggak ada Angelina. Nggak ada jejak mereka kecuali bekas paku di dinding yang sekarang ketutup poster Rotterdam.Jam 9 pagi ini sidang skripsi Angel. Judulnya: _“The Representation of Toxic Relationships on Douyin and Its Impact on Gen Z Ment
Beijing, 1:15 PMTiga hari. Sudah tiga hari sejak Angel tendang koper berisi semua jejak Nick Brechtje ke kontainer sampah basement. Tiga hari tanpa notifikasi dari nama itu. Tiga hari tanpa tangisan jam 3 pagi.Hari ini Evie nyeret Angel keluar kamar. "Kalau terus di kamar, kamu jamuran, Ngel. Ikut aku ke launching butik temen Hilde. Cuci mata, cuci hati."Angel ngalah. Angel pake dress hitam A-line selutut, rambut dikuncir rendah, no make up. Pipinya udah nggak bengkak, tapi kalau disentuh masih ada nyeri samar. Bekas tamparan Nick itu nggak hilang secepat Angel blokir nomornya.Butiknya di Sanlitun. Rame. Lampu gantung kristal, meja champagne, cewek-cewek sosialita Beijing dengan tas yang harganya bisa bayar kuliah Angel dua semester. Angel nggak kenal siapa-siapa. Angel cuma berdiri di pojok, pegang gelas sparkling water, pura-pura sibuk merhatiin manekin."Aku nggak cocok di sini," batin Angel. "Tapi lebih baik daripada ketemu bayangan Nick di setiap sudut apartemen.""Angel Anne
Beijing, 12:03 PMHujan di luar belum reda sejak Nick dan Bryan pergi dari kamar Angel. Air matanya juga belum.Evie masih meluk Angel di lantai kamar yang dingin. Punggung Angel sesenggukan."Vie," suara Angel serak. "Bantu aku berdiri."Evie ngangguk. Dia papah Angel ke kasur lagi. Selimut tebal Evie selimutin ke tubuh Angel yang masih gemetar."Kamu tidur dulu. Aku bikin teh anget," kata Evie.Angel megang tangan Evie cepat. "Jangan tinggalin aku sendiri dulu. Lima menit aja."Evie diem, terus duduk lagi di pinggir kasur. Tangannya ngelus rambut Angel yang lengket karena keringat dan air mata."Kenapa hidup nggak adil, Vie?" tanya Angel pelan. Matanya natap langit-langit. "Kenapa aku harus jadi Angel kedua? Kenapa bukan Angel yang pertama buat seseorang?""Karena kamu lebih dari itu, Ngel," jawab Evie. "Kamu bukan kedua. Kamu satu-satunya Angel Anneliese. Angelina Jolie udah masa lalu mereka. Kamu masa depan kamu sendiri."Angel ketawa hambar. "Masa depan yang ditampar sama masa la
Beijing, 11:20 AMKepala Angel masih nyut-nyutan. Demamnya belum turun juga sejak Nick pergi tadi subuh. Tapi yang lebih panas dari kening Angel sekarang adalah dadanya.Evie baru saja pulang kuliah dan bawakan bubur. Evie duduk di pinggir kasur sambil nyuapin Angel paksa."Makan, Ngel. Kamu belum makan dari kemarin," ucap Evie.Angel gelengin kepala. Nggak nafsu. Yang ada di otak Angel cuma nama Nick, tamparan itu, dan kata _having sex_."Hmm... Ada yang mau aku kasih tahu kamu, tapi aku takut kamu tambah drop," kata Evie ragu.Angel lirik Evie. "Apaan?"Evie narik napas. "Aku tadi nggak sengaja denger Hilde ngomong sama Bryan di kampus. Tentang... Angelina Jolie.""Angelina Jolie?" tanya Angel bingung. Nama itu asing di telinganya.Evie gigit bibirnya. "Mantan pacar Bryan. Tapi... dia juga pernah tidur sama Nick. Dan itu sebelum kamu kenal Nick."Deg.Dunia kayak berhenti muter bagi Angel. Sendok yang Evie pegang jatuh ke lantai."Maksud kamu?" suara Angel pelan, hampir nggak kedeng
"Hum ... Ya, gue tahu kalau melawan orang tua itu adalah hal yang paling fatal, Ngel. Tapi, lo emangnya mau kalau harus dikekang kesana kemari, Ngel, dan kebahagiaan lo yang jadi tanggungannya?" tanya Evie."Lo harus bilang langsung sama mereka, Ngel, kalau lo itu
"Daddy, selama enggak pernah sama Angel, Daddy buat apa aja?"Nick langsung menjatuhkan pandangannya untuk menatap ke arah Angel saat mendengarkan pertanyaan wanita itu."Gue? Gue enggak buat apa-apa selain mikirin lo terus."Blushing!Wajah ngel langsung merona seketika saa
Apartemen, 06:23 -"Ngel, hari ini berangkat sekolah diantarin sama mama, okey?" ujar mama Angel sambil tersenyum lembut.Angel hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Apartemen, 23:34 -Angel dan Evie sudah kembali dari acara makan malam mereka bersama Bryan. Sebenarnya, Angel masih ingin tinggal lebih lama lagi bersama Bryan di restoran tadinya, hanya saja Evie yang selalu saja mengeluarkan kalimat yang cukup membuat Angel maupun Bryan risih da






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak