Bairro Alto, Lisbon. Angin musim semi bertiup lembut, menyisir jalanan berbatu yang sempit dan berkelok. Langit di atas tampak jernih, seolah baru saja dicuci bersih oleh tangan Tuhan sendiri. Namun, yang membuat Hillary mendesah bukanlah keindahan langit atau semilir angin—melainkan papan nama restoran reyot di hadapannya, Casa do Miojo. Papan kayunya menggantung miring, tulisannya pudar, dan cat dindingnya mengelupas seperti kulit terbakar matahari dalam waktu lama. Sekilas, tempat ini tampak seperti tempat yang menjual nostalgia murahan dengan menu yang kemungkinan besar berpotensi menyebabkan diare. Namun, Hillary tetap melangkah masuk. Demi berkencan dengan Shohei, dia harus menuntaskan satu misi kecil yang dipercayakan Serina padanya: dapatkan nomor pria bernama Mateo. Dia menarik napas pendek sebelum membuka pintu. Aroma kuat langsung menghantamnya, perpaduan antara minyak goreng bekas, kecap asin, dan sesuatu yang tak bisa dia kenali. Dia hampir mundur, kalau saja suara Se
Last Updated : 2021-05-05 Read more