Akhirnya, "badai" di rumah keluarga Radiga benar-benar berlalu. Setelah fase air mata untuk pohon dan fase ngidam bakso 3.5cm dan kuah sebening kristal, Anita kembali ke mode aslinya. Pagi ini, meja makan tidak lagi dipenuhi jangka sorong atau batu gunung api. Anita duduk dengan tenang, menyesap teh hangat sambil mencoret-coret sketsa di tabletnya.Tidak ada lagi permintaan aneh, dia hanya meminta sarapan nasi goreng buatan Talita yang standar, tanpa menuntut nasi gorengnya harus disusun membentuk piramida. Begitu masuk kantor, aura Anita benar-benar berbeda. Ia berjalan menuju ruang rapat dengan langkah mantap. Timnya—Hega, Rifa, Raja, dan Miko—awalnya sempat ragu, bahkan Raja sempat menyembunyikan kotak bekalnya karena takut diprotes sudut potongannya.Namun, Anita membuka rapat dengan sangat profesional."Semuanya, lupakan keributan kemarin. Fokus ke
Dernière mise à jour : 2026-01-06 Read More