Jam 7 pagi mobil Rayna berhenti di depan kantor Reno untuk menurunkan penumpang kesayangannya, siapa lagi kalau bukan Sofia, sahabat tersayangnya. Sofi meminta Rayna menemaninya berangkat ke kantor pagi buta untuk menghindari Ryan yang suka mencegatnya di tengah jalan. Ia benar-benar merasakan trauma yang hebat atas kejadian di masa lalu. Sebagai sahabat yang baik, tentu saja Rayna tidak keberatan. Ia hanya perlu berangkat lebih pagi dari biasanya. “Kita sudah sampai, silahkan turun, Tuan Putri Sofia yang cantik jelita,” ucap Rayna dengan senyum nakalnya untuk menggoda Sofia.“Baiklah, senang sekali memiliki driver secantik kamu, Na.”Keduanya terbahak-bahak, geli mendengar kata-kata yang keluar dari mulut mereka masing-masing. Sofi bersiap turun dari mobil, sedangkan Rayna memperhatikan dari belakang kemudi.“Makasih, ya Rayna.” Tak lama kemudian, ia membuka pintu mobil dan melambaikan tangan ke arah Rayna yang lebih dulu melambaikan tangannya dengan senyum manisnya pagi itu.“Seman
Read more