Lingga bergegas bersiap setelah membersihkan diri di sungai. Pemuda itu mengambil sebuah tas berisi berbagai ramuan dan senjata. Setelah memastikan semuanya siap, ia keluar dari gubuk, melompat ke arah tanah lapang di mana Tarusbawa dan Limbur Kancana.“Kau terlihat sangat siap, Lingga,” ujar Limbur Kancana.“Siap tidak siap, aku harus siap, Paman.” Lingga memeriksa keadaannya sebentar, mengencangkan ikat kepala. “Ya, meski aku cukup gugup dan takut.”“Itu perasaan yang wajar, Lingga. Kau belum pernah pergi ke Sela Awi, dan bertemu dengan bangsa siluman harimau putih,” ujar Tarusbawa.Limbur Kancana menyahut, “Mereka adalah bangsa siluman yang sangat kuat. Jika kau tidak berhati-hati, kau mungkin akan gagal dalam ujian ini. Kau harus ingat jika aku dan Raka Tarusbawa tidak bisa membantumu.”Lingga mengepalkan tangan erat-erat. “Aku tidak akan gagal, Paman. Aku tidak akan menyerah hingga akhir.”“Baiklah, aku akan mengantarmu ke batas terdekat Sela Awi.”“Apakah Guru Ganawirya tidak da
Read more