Jam dinding di kamar utama berdetak pelan, menjadi satu-satunya suara yang menemani Ana ketika ia terjaga dari tidur singkatnya. Cahaya lampu temaram dari sisi tempat tidur membiaskan bayangan Revan yang masih tertidur lelap di sampingnya.Aktivitas panas sebelumnya berhasil membuat Revan tertidur lelap, tapi tidak dengan Ana. Ia terus terjaga, tanpa mampu memejamkan mata barang sebentar saja. Padahal ia sangat ingin tertidur dan melupakan semua kejadian hari ini. Ana menarik selimut hingga sebatas dada, mencoba menenangkan detak jantungnya yang kacau. Tapi setiap kali ia memejamkan mata, bayangan wajah istri Revan—wanita yang menamparnya siang tadi—muncul begitu jelas. Tamparan itu tak hanya menyakitkan fisik, tapi jauh lebih menghantam harga diri Ana.Wanita murahan! Pelakor! Makian Anggita siang tadi seakan bergema di telinganya, terus merongrong dan membuatnya frustrasi. Rasa bersalah terus menghantuinya, membuatnya gelisah dan ketakutan. Ia berbalik menghadap dinding, mencoba
Última actualización : 2025-12-17 Leer más