Pintu ruang dokter tertutup pelan di belakang Armand. Langkahnya terhenti di koridor. Beberapa detik lalu, ia masih berdiri di dalam ruangan itu, mendengarkan penjelasan yang terasa seperti gema, masuk ke telinganya, tapi butuh waktu untuk benar-benar dipahami. “Selamat, Pak. Istri Anda hamil.” Kalimat itu sederhana. Terlalu sederhana untuk sesuatu yang seharusnya mengubah segalanya. Armand menatap lurus ke depan. Orang-orang berlalu-lalang di koridor rumah sakit, suara langkah, percakapan, bunyi troli, semuanya terdengar jauh. Seolah dunia tetap berjalan seperti biasa. Sementara dirinya… tertinggal. Hamil. Raisa… hamil. Tangannya perlahan mengepal. Ada sesuatu yang naik ke dadanya, bukan hanya terkejut, tapi juga rasa takut yang tidak ia duga. Takut karena waktu ini terasa salah. Takut karena kondisi mereka, kesalahpamahaman Raisa. Dan lebih dari itu, takut karena ia sadar, kejadian yang dilihat Raisa di kantor di saat Mira dan dirinya di sofa, ia takut Raisa salah pah
Last Updated : 2026-05-03 Read more