Bagian 1 Tujuh Pilar dan Sumpah di Ujung KekosonganJauh sebelum bintang-bintang modern menyalakan apinya di pusat kosmos, dan tiga ratus juta tahun sebelum seorang pemuda bernama Ame Ryusaki melangkah bersama takdirnya, kenyataan belumlah berbentuk. Di sanalah, di sebuah wilayah tanpa koordinat, pendingin waktu belum berputar dan ruang masih berupa bentangan tanpa tepi.Dari keheningan mutlak yang lahir dari Kehendak Tuhan Yang Satu, kehampaan itu tiba-tiba bergetar. Tujuh siluet raksasa mewujud dari tiada menjadi ada. Mereka adalah esensi murni dari segalanya: Alam Semesta, Kekosongan, Cahaya, Kegelapan, Neraka, Surga, dan sang perajut waktu yang disebut Ai.“Akhirnya kita berkumpul kembali,” sebuah suara menggema, meremukkan keheningan abadi. Kalimat itu meluncur dari entitas purba yang telah menyaksikan kelahiran dan kematian jutaan kemungkinan.Mereka adalah Tujuh Kaisar Primordial Agung, para penjaga yang ditunjuk untuk menegakkan tatanan atas dua belas alam semesta dan dimensi-d
Read more