Cahaya pagi menembus celah tirai, menyentuh wajah Mirae yang pucat. Perlahan matanya terbuka, terasa berat seolah semalam dirinya diperas habis-habisan. Tubuhnya lemah, pegal di setiap sendi. Saat mencoba bangkit, rasa sakit menjalar dari pinggul hingga punggung, membuatnya meringis pelan.Tangannya refleks menyentuh leher, dan hatinya kembali teriris. Cermin kecil di meja rias menunjukkan bayangan dirinya. Kulitnya dipenuhi bekas cumbuan, merah membiru, jejak kasar Rey yang tak pernah peduli pada rasa hatinya.Mirae menatap pantulan dirinya cukup lama. Matanya sembab, rambut kusut, dan tubuh yang penuh bekas perlakuan semalam. Astaga… aku bahkan jijik melihat diriku sendiri, batinnya getir.Dia menarik napas panjang, mencoba menahan tangis. Tapi air mata itu justru jatuh lagi, mengalir membasahi pipinya. Tangan gemetar meraba dada, seolah ingin mencabut semua luka yang menyesakkan di sana.Dari ranjang, Rey masih terlelap, mendengkur pelan, bau alkohol yang menempel di tubuhnya masih
Last Updated : 2025-09-26 Read more