LOGIN21+ Mirae tidak pernah menyangka, akan terjebak dalam permainannya sendiri. Ketika seorang lelaki tampan memberinya begitu banyak cinta dan uang, namun dengan imbalan yang setimpal. Hubungan terlarang mereka jalani, sampai sebuah kenyataan pahit harus keduanya terima dengan lapang dada, jika David adalah teman suaminya. Bisakah Mirae mengakhiri hubungan terlarang itu? Bagiamana jika sampai Rey tahu, jika wanita yang dia cintai mengkhianatinya.
View MoreLangit malam tampak muram. Hujan masih belum reda sejak sore, menetes di jendela seperti darah dingin yang mengalir tanpa suara. David berdiri di depan cermin kamar mandi rumah sakit, menatap bayangannya sendiri. Wajah itu bukan lagi wajah seorang pria yang sabar, melainkan seseorang yang sudah kehilangan batas antara logika dan amarah. Dia mengeluarkan pisau kecil dari jaketnya, lalu membungkusnya dengan sapu tangan. Memasukkanya ke dalam saku, dengan sebuah rencana gila yang ada dalam bekanya. "Aku sudah cukup sabar, Mina…" gumamnya, suaranya nyaris seperti bisikan iblis yang lelah. "Aku akan membalas semua yang kau lakukan pada Mirae." Mobilnya melaju membelah hujan malam, menyusuri jalan yang gelap menuju rumah besar yang dulu mereka sebut “rumah tangga.” Semua lampu masih menyala ketika David tiba. Dia bisa melihat bayangan Mina dari balik tirai, berjalan mondar-mandir di ruang tengah, gelisah, tidak tenang.Begitu pintu terbuka, suara pintu yang berderit membuat Mina meno
Suara ban mobil berhenti mendadak di depan pintu rumah sakit. David keluar dengan wajah pucat, berlari sambil menggendong Mirae yang masih lemas dalam pelukannya."Dokter! Tolong! Seseorang tolong dia!!" Suster yang berjaga langsung berlari menghampiri. Mereka menurunkan Mirae ke atas tandu, lalu membawanya masuk ke ruang gawat darurat. David ikut berjalan terburu-buru di belakang, napasnya tersengal, dadanya berdebar tak karuan. Lampu-lampu koridor rumah sakit yang putih terasa menyilaukan, membuat segalanya terasa seperti mimpi buruk yang terlalu nyata. Begitu sampai di depan ruang tindakan, seorang dokter mencegahnya masuk."Tuan, tunggu di luar. Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut." David hanya bisa menatap pintu ruang gawat darurat yang tertutup rapat. Di balik kaca kecil itu, dia melihat sekilas tubuh Mirae terbujur di ranjang, dikelilingi tim medis. Setiap gerakan mereka terasa begitu cepat, begitu panik. Tangannya mengepal di sisi tubuh. Rahangnya mengeras.Mi
Udara dini hari terasa berat. Jam di dinding menunjukkan pukul tiga lewat sedikit ketika David tersentak bangun. Dadanya terasa sesak, dia merasa ada sesuatu yang salah.Dia menoleh ke samping. Tempat tidur kosong. Selimut di sisi Mina sudah dingin."Mina?" panggilnya pelan. Tak ada jawaban. David turun dari ranjang, berjalan pelan ke luar kamar. Rumah itu sepi, hanya bunyi detak jam di ruang tamu yang terdengar. Lampu koridor masih menyala redup, dan dari kejauhan, suara pintu depan berderit terbuka.Langkah kaki perlahan. Mina muncul dari balik pintu, jaket kulit hitam miliknya menempel di tubuh wanita itu. Rambutnya berantakan, wajahnya setengah tertutup bayangan. Tapi yang membuat David membeku adalah noda merah di lengannya. Masih begitu segar, seperti darah.Dia berdiri terpaku di ambang pintu kamar."Mina… dari mana kau?" tanyanya pelan, suaranya hampir bergetar. Mina hanya menatapnya. Sebuah senyum terbentuk di sudut bibirnya. Dingin, aneh, seperti seseorang yang baru saj
Angin malam berhembus pelan, membawa dingin yang menusuk tulang. Jalanan sepi, hanya lampu-lampu kota yang redup berkelip di kejauhan. Di dalam kamar, David tertidur pulas di sisi ranjang, napasnya tenang, seolah tidak ada badai yang sedang menunggu di luar sana.Namun Mina, yang berdiri di ambang pintu kamar, menatap lelaki itu dengan pandangan yang sulit diartikan. Ada campuran marah, kecewa, dan rasa hancur.Tangannya gemetar memegang ponsel yang menampilkan titik lokasi di peta digital. Titik merah kecil itu berkedip di layar, alamat yang sudah ia hafal dengan baik sejak sore tadi.Jadi di sinilah kau bersembunyi, jalang.Mina mendesah panjang, lalu menunduk. Air matanya sempat jatuh, namun cepat dia hapus dengan kasar. "Haruskah aku lenyapkan wanita itu, David?" gumamnya dengan suara rendah, getir. Dia menatap wajah suaminya lagi, yang tidur tenang seolah tak merasa bersalah sedikit pun. "Haruskah aku ajarkan padanya arti kehilangan seperti yang kau lakukan padaku?!"Dia lalu me






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews