Kotak merah marun itu terasa sedingin es di telapak tangan Kiara. Di bawah lampu kristal ruang tamu yang berpijar keemasan, kunci kuno di dalamnya berkilat menantang, seolah-olah merupakan gigi dari raksasa masa lalu yang siap mengunyah ketenangan yang baru saja mereka raih.Damar mendekat, wajahnya yang semula tenang kini berubah tegang saat membaca catatan pendek itu. "Tulisan ini... tidak mungkin.""Ini gaya tulisan Mbak Lela, Mas. Aku hafal lekukan huruf 'K' dan 'R'-nya dari surat-surat yang kubaca di kamarnya," suara Kiara bergetar. Ia menatap koordinat lokasi yang tertera di sana. Pelabuhan Tanjung Priok, Sektor 7. "Siapa yang bisa meniru tulisan ini begitu sempurna?""Atau pertanyaannya adalah," Damar mengambil kunci itu, memutar-mutarnya di bawah cahaya, "apa yang sebenarnya disembunyikan Lela sampai dia merasa perlu menggunakan cara seperti ini dari balik kubur?"Malam itu, tidur Kiara tidak nyenyak. Ia bermimpi tentang ayahnya yang berla
Terakhir Diperbarui : 2026-01-07 Baca selengkapnya