"Hallo manisku, williamku" Wajah seorang wanita cantik sedang tersenyum sambil menyuapi James. Sesendok bubur hendak mendarat di mulutnya, membuat James tertawa. Tak sempat bubur itu menyentuh bibirnya, sendok sudah melayang jatuh ke lantai. Wanita itu memasang wajah marah, tapi itu malah membuat james merasa senang. Lalu seorang pria paruh baya yang berwajah kejam dan dingin datang. Menarik tangan wanita itu dengan kasar "Ayo, biarkan William bersama Gea", titahnya dingin, tak ingin ditolak. "Tidak, aku masih ingin bersama William", ucap wanita itu dengan nada yang tak kalah kasar. Dia menolak, dan melanjutkan menyuapi William. Pria itu menggeran kesal, "Gea! Cepat ambil alih Williammu ini" "Apa? Dia Williamku! Dasar pria tak berperasaan!" "Sudahlah, itu hanya ungkapan" "Tidak, aku tidak rela" "Renee, ayolah kota sudah terlambat" "Aku ingin bersama putraku saja, kau pergilah dengan wanita-wanita itu" Renee membuang muka.Dia berdecak sebal, tapi tetap duduk di depan Willia
Read more