Aku tidak menunggu matahari terbit untuk mulai bergerak, karena ketika Ivan akhirnya tertidur menjelang subuh dengan rahang yang masih terkatup tegang dan ponsel tergeletak di samping bantalnya seperti senjata yang gagal ia gunakan malam itu, aku sudah duduk tegak di ranjang kamar tamu sambil menatap layar ponselku yang dipenuhi salinan rekaman, pesan anonim, dan foto yang telah menjadi pemicu api di dadanya, lalu aku tersenyum pelan bukan karena bahagia, melainkan karena aku tahu pagi ini bukan tentang membela diri melainkan tentang membangun jebakan yang lebih rapi.“Aku tidak akan menunggu kamu menyerang lebih dulu,” bisikku dalam hati sambil merapikan rambut yang semalaman kusut karena berpura pura tidur. “Kalau kamu ingin bermain kotor, aku akan bermain lebih bersih, lebih tenang, dan lebih mematikan.”Ketika jam menunjukkan pukul delapan lewat sedikit, Ivan sudah berdiri di ruang makan dengan wajah yang terlalu tenang untuk disebut biasa, dan aku keluar dari kamar tamu dengan la
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-04 อ่านเพิ่มเติม