Di sisi lain, Kaidar yang merasakan ledakan aura Nathan segera menyadari bahwa kesempatan emas telah datang. Jika ia menunggu lebih lama dan Nathan benar-benar berhasil menembus batas, keadaan akan jauh lebih merepotkan.Tanpa lagi bersembunyi, Kaidar memimpin empat Ksatria Abyss maju hingga berdiri tepat di depan Nathan. “Nathan,” ucapnya sambil menyeringai dingin, “Kau pasti tak menyangka kita akan bertemu secepat ini, bukan?”Nathan hanya menatap lurus ke arahnya tanpa menjawab. Namun dari sorot matanya, tampak secercah ketegangan.Melihat itu, Kaidar semakin angkuh. “Kalau bukan karena Yang Mulia menginginkan tubuhmu, sekarang juga aku sudah menghancurkanmu sampai berkeping-keping.”Niat membunuh membuncah di matanya, ia membenci Nathan sampai ke tulang. Kematian ayahnya, kehancuran Keluarga Farhon, seluruh kehinaan yang kini ia tanggung, semuanya ia limpahkan kepada satu nama itu.Andai bukan karena Nathan, ia masih akan hidup sebagai tuan muda terhormat, menikmati kuasa dan kemew
Read more