Aeron menggertakkan giginya, lalu perlahan mengangkat pedang itu. Tangannya bergerak menuju perutnya sendiri.Namun, tepat saat ujung pedang hampir menusuk tubuhnya, tatapan Aeron berubah dingin.Kilatan licik melintas di matanya.SWOOSHH!Pergelangan tangannya berputar tiba-tiba, pedang itu langsung berbalik arah dan menusuk ganas ke arah perut Nathan. Jarak mereka terlalu dekat, nyaris mustahil dihindari.KLANG!Pedang itu menghantam tubuh Nathan dengan keras. Wajah Aeron langsung dipenuhi kegembiraan liar, ia mengira serangannya berhasil. Namun detik berikutnya, ekspresinya membeku.Karena pedang itu tidak menusuk, rasanya seperti menghantam baja raksasa. Tidak peduli seberapa keras dia menekan, pedang itu tidak bergerak sedikit pun.“Apa—?!” Pupil Aeron mengecil drastis, ia langsung mengangkat kepala.Matanya melihat Nathan sedang menatapnya sambil tersenyum dingin. Tatapan itu membuat darah Aeron membeku.SLASH!Kilatan cahaya putih melintas, kepala Aeron langsung terlepas dari le
Read more