“Tuan Stefano, pesawat anda sudah siap.” Suara Luca mengiterusi di belakang Agatha.Agatha dengan cepat melepaskan diri dari Liam, mendongak untuk menatap pria itu. Apakah otot rahangnya yang bergerak-gerak, matanya yang berkilat geli dan yakin, atau lekukan bibirnya? Insting Agatha mengatakan kalau Liam sengaja mempermainkannya.“Pesawat?” Tanyanya sembari memincingkan mata curiga.“Apa kau berpikir, kita akan bepergian dengan pesawat komersil?” Liam tertawa pendek dengan jantan sebelum dirinya menuruni anak tangga dengan langkah panjang.“Ah, benar. Pesawat pribadi. Kenapa aku melupakan hal itu.” Agatha menarik napas sebelum menyusul Liam menuju helipad, tempat di mana pesawat mereka sudah menunggu.Setelah terbang selama beberapa jam, akhirnya mereka akan mendarat di bandar udara Ibiza. Agatha melihat ke jendela dan tidak dapat menyembunyikan kekagumannya saat matanya menatap hamparan lautan luas yang biru, membentang indah di bawah sana.Agatha tidak berhenti tersenyum, membayangk
Read more