“Karena Tuan Stefano peduli padamu.” Jawab Luca dengan senyuman tipis di wajahnya.“Tidak mungkin.” Gumamnya.‘Sejak kapan pria ini bisa tersenyum?’ Pikir Agatha, merasa terkejut dengan perubahan sikap Luca akhir-akhir ini.“Agatha, kau masih di sana?” Luca mengibaskan tangannya di depan wajah Agatha saat mendapati gadis itu melamun.“Ah, ya. Apa Candice juga akan ada di sana?”“Tentu saja. Tuan Fontana juga pernah menjadi pasien Dokter Ziakas, jadi sudah pasti dirinya juga akan menghadiri acara pernikahan itu.“Hm, baiklah. Terima kasih, kau boleh pergi sekarang.”“Ya, Nyonya Stefano““Untuk hadiah dari Tuan Stefano, akan tiba sebentar lagi.” Lanjutnya.Luca melihat ke arah luar ruangan sembari menjentikkan jari, tak lama kemudian sekitar lima orang sudah berdiri di ruang makan. Tiga orang wanita dengan stelan hitam yang rapi dan juga dua orang pria dengan jas formal membawa dua buah gaun.Satu berwarna hitam dengan lengan spaghetti sepanjang mata kaki, yang satu lagi berwarna maroon
Read more