“Ceraikan dia, Zhafran. Dia sudah tidak pantas menjadi istrimu. Dia tak layak mengandung ataupun melahirkan anakmu.” Keseriusan di wajah Fera menunjukkan ambisi wanita itu yang begitu besar.Zhafran masih bergeming dalam keterkejutannya. Kali ini keterkejutan Zhafran bukan lagi tentang dari mana Fera mengetahui rahasia ini. Tetapi tak pernah menyangka, temannya bertumbuh sejak kecil, teman yang ia pikir telah sangat dikenalnya, teman yang begitu dekat dengannya. Kini seolah telah berubah menjadi seorang asing. Yang tak punya hati dan perasaan.“Apa kau sungguh mengatakan semua itu dari hatimu?”Fera mengangguk dengan penuh kemantapan. “Aku semakin menyadarinya, Zhafran. Ketika kau memutuskan lebih memilih Elea dan mencampakkanku. Aku merasa begitu ketakutan akan kehilanganmu. Dan baru menyadari, bahwa aku tak bisa hidup tanpamu.”Zhafran terdiam, menatap lurus kedua mata Fera dengan ujung bibir yang tersenyum penuh kelegaan. “Dan apa kau
Read more