Tubuh Zhafran melayang, menyambar leher Fera hingga punggung wanita itu membentur pintu mobil yang terparkir di dekat mereka. Kedua pengacara pria yang berada di samping keduanya tak sempat memisahkan. Terutama dengan telapak tangan Zhafran yang sudah mencengkeram leher Fera, sengaja membuat wanita itu kesulitan bernapas."Aku sudah mengatakan padamu, kan?" desisnya tajam tepat di depan wajah Fera yang perlahan semakin memucat. Bersusah payah untuk bernapas, apalagi bicara. Kedua tangannya yang berusaha melepaskan cengkeraman itu sama sekali tak mengurangi tekanan Zhafran, yang tampaknya susah kehilangan kewarasan.Pada awalnya Fera masih tersenyum menikmati kemurkaan yang membakar kedua manik tajam Zhafran, tetapi senyum itu sepenuhnya raib begitu menyadari keseriusan pria itu untuk mematahkan lehernya dengan tangan pria itu sendiri.Paru-parunya sudah terasa mengkerut, wajahnya pucat pasi dan benar-benar butuh udara untuk bernapas. Kepalanya
Read more