Masuk“Apakah ada yang mengganggu pikiranmu?” Chris menoleh ke samping. Menyadari kegusaran El Noah yang sejak tadi bernapas dengan kasar dan bergerak tak nyaman di sampingnya.El Noah menggeleng, tanpa melepaskan pandangannya yang kosong ke arah depan. Tangannya yang bersandar di jendela mobil, menyentuhkan telunjuk di mulut, sesekali menggigit dengan pikiran yang masih berkelit. “Sepertinya ada yang aneh dengan Elea. Sesuatu terjadi dengan hubungan mereka.”“Pernikahan mereka?”El Noah mengangguk. Memutar kepala ke arah Chris. “Apakah ini masuk akal? Galena, aku seperti pernah mendengar nama itu. Tapi aku melupakan di mana. Ada hubungannya dengan papaku. Lalu Fera. Suatu malam terjadi sesuatu dengan Elea, yang membuat Elea marah. Apakah Zhafran tidur dengan Elea?”Chris tampak kebingungan, tetapi akhirnya bisa mencerna kalimat membingungkannya El Noah. “Siapa Galena?”El Noah mengerutkan keningnya dalam. Berusaha keras mengingat. Sa
Ponsel Elea jatuh ke lantai ketika hasil gambar itu muncul di ponselnya. Dari nomor ponsel El Noah. Telapak tangan membekap mulut, menahan kesiapnya tak sampai terdengar dari balik pintu kamar mandi. Yang memisahkannya dengan Zhafran.“Elea?” Baru saja wanita itu memikirkan Zhafran, wajah pria itu sudah muncul dari balik pintu. “Suara apa itu?“A-aku hanya tak sengaja menjatuhkan ponselku,” jawab Elea sambil membungkuk dan meraih ponselnya di samping kaki. Kemudian sengaja meletakkan dengan posisi terbalik, memberikan seulas senyum pada Zhafran. Meyakinkan pria itu bahwa semuanya baik-baik saja dan Zhafran pun kembali menutup pintu.Setelah yakin langkah Zhafran yang semakin menjauh, barulah Elea kembali meraih ponselnya. Tetapi gambar itu sudah dihapus.‘Lama tak saling bersua, Manis. Merindukanku?’Elea berusaha menahan gemetar yang menyerang jemari tangannya. Tetapi mempertahankan benda pipih itu berada dalam genggamannya. Ba
Elea di depan pintu apartemennya. Tetapi keningnya berkerut dengan dua pria berpakaian serba hitam yang berdiri tak jauh dari wanita itu.“Kalian tunggu di sini saja,” pintah Elea, melangkah masuk ketika Chris memberinya jalan.“El Noah tidak sampai di rumah. Apakah mungkin kau tahu dia pergi ke mana?”“Apa?” Chris tampak terkejut. “Aku tak tahu dia tidak akan langsung pulang. Pantas saja papamu kemarin menghubungiku dan menanyakannya. Kupikir dia hanya sedang singgah ke suatu tempat.”Elea menggeleng. “Apakah dia mengatakan sesuatu?”Chris terdiam, tampak berpikir sejenak. “Di tengah perjalanan, ada seseorang yang menghubunginya. Aku tak tahu siapa, tapi … setelah panggilan itu berakhir, dia langsung menyuruhku untuk berhenti dan menurunkan barang-barangnya.”“Kau mendengar pembicaraan mereka?”Chris menggeleng. Kedua alisnya masih tampak menyatu, menunjukkan sedang memikirkan sesuatu. “Tapi … saat memindahkan barang-ba
Senyum lebar Fera langsung muncul begitu pintu di depannya terbuka. Kedua mata wanita itu berbinar cerah menemukan Zhafranlah yang berdiri di depan pintu apartemennya. “Zhafran. Kau di sini?”Ekspresi di wajah Zhafran tentu saja berbanding terbalik dengan kegembiraan di wajah Fera. Begitu dingin dan tajam, menusuk kedua mata Fera.“Kenapa? Ada masalah?” Senyum Fera seketika membeku. Ia sudah berusaha mengabaikan sikap dingin Zhafran. Tetapi kepekatan dalam tatapan pria itu membuatnya kesulitan mengontrol wajahnya tetap terlihat bahagia sementara perasaan takut mulai merayapi dadanya. “Masuklah. Sepertinya ada yang ingin kau bicarakan.”“Hanya satu kali aku akan mengajukan pertanyaanku dan sebaiknya kau menjawabnya dengan jujur, Fera. Ini kesempatan terakhir yang akan kuberikan padamu. Atau aku benar-benar akan membuang semua hubungan yang pernah kita miliki dan melanjutkan semuanya dengan itu semua.”Ancaman yang terdengar mengerikan tersebut
“Jadi memang benar, kan? Kau melibatkan perasaanmu.”Tatapan Zhafran menajam dengan tuduhan tersebut. Kekesalan Elea membuatnya kesulitan bagaimana lagi caranya menjelaskan semua omong kosong tersebut tentang perasaan. “Lalu apa hubungannya dengan wanita bernama Galena?”“Tuan Dirga juga masih berusaha menggali. Tampaknya nona Fera memiliki akses yang cukup besar karena beliau bisa mengetahui semua ini. Saya juga sedang menggali hubungan keluarga beliau. Namun, saya menemukan sesuatu yang terasa janggal. Rupanya beliau memiliki nama lain sebelum diadopsi oleh mendiang kedua orang tuanya yang sekarang.”Zhafran melebarkan matanya. Cukup terkejut dengan informasi tersebut. Dan satu-satunya hal yang akan membawa mereka hanyalah satu. Pasti ada benang merah yang menghubungkan Fera dengan Galena. Apakah …“Aku ingin semua hasilnya. Secepatnya berada di mejaku.”Soni mengangguk, kemudian berpamit pergi.Elea memutar tubu
"Apa kau baik-baik saja?" Zhafran melepaskan sabuk pengamannya, memegang pundak Elea yang tampak syok dengan wajah pucat.Butuh beberapa saat bagi Elea untuk menelaah keterkejutannya. Tangannya kemudian bergerak menyentuh lehernya, meski jok mobil begitu empuk, tetap saja belakang kepalanya terbentur cukup keras."Maaf, aku …" Kata-kata Zhafran terhenti. Ia begitu terkejut Elea mengetahui tentang rahasia ini. Jadi mertuanya bertindak sejauh ini untuk memisahkannya dengan Elea?Elea menurunkan tangan Zhafran yang memegang pundaknya saat menoleh ke samping. Mengabaikan rasa pusing yang masih menusuk di kepalanya. "Sepertinya kau begitu terkejut aku mengetahui semua ini, kan?"Zhafran mendesah pelan dalam kegusarannya. "Ini sama sekali tak ada hubungannya dengan surat itu, Elea.""Apakah kau begitu ketakutan kehilangan …""Tidak," tegas Zafran memenggal keraguan yang mulai terselip dalam suara Elea. "Tidak
Extra 3 Gadis Licik Sang Tuan Dirga masih tertegun cukup lama setelah menyaksikan rekaman video yang ditunjukkan oleh Clay. Rekaman CCTV di kamar bawah ketika Jimi datang untuk membawa Davina. “Kau masih belum percaya kau peduli dengannya?” Dirga terdiam sejenak, menatap wajah Clay dan berkata, “Dia
Extra 4 Ingatan Sang Tuan Davina berusaha keras mengendalikan degupan jantungnya yang begitu kencang, hingga ia khawatir Dirga akan mendengarnya dengan jarak yang begitu tipis di antara mereka. Ia sudah dicemaskan dengan pria itu yang tak membalas ciumannya. Davina perlahan menjauhkan wajahnya, bebe
Part 72 Happy Ending?Seperti yang dikatakan oleh Jimi, jarak rumah sakit terdekat dari tempat ini membutuhkan setidaknya setengah jam. Karena jarak Brian dan Clay lebih dekat dan jika menyusul Jims dan Davina akan memakan waktu yang lebih lama, kedua pria itu memutuskan untuk menunggu di depan rumah
Tangan Davina bergetar oleh kegugupan. Menatap wajah mungil yang masih memerah tersebut. Tetapi kemudian kedua tangannya terulur dengan hati-hati, membunuh ketakutannya karena ketakutan tersebut malah akan membuat bayinya terluka.Perawat dengan telaten mengajarkan Davina bagaimana cara menggendong y







