Tirta mengedipkan matanya dan menyahut, "Aku tersenyum karena setelah tim Negara Darsia memenangkan kompetisi, aku bisa mencari presiden untuk memintanya menikahkanmu denganku."Tentu saja Tirta hanya mempermainkan Devika, tetapi Devika tidak tahu hal ini. Jantungnya berdegup kencang. Dia membalas dengan gugup, "Apa? Permintaanmu keterlaluan sekali. Nggak bisa, cepat ganti yang lain."Tirta tertawa, lalu menimpali, "Nggak ada gunanya kamu menolak. Presiden yang membuat keputusan. Justru aku mau meminta hal ini karena kamu melarangku."Devika yang cemas berbicara terbata-bata, "Jangan. Pokoknya kamu nggak boleh minta itu. Kalau kamu berani minta, aku ...."Tirta menyela sembari tersenyum, "Apa? Kamu mau menikah denganku?"Devika makin malu. Dia menceletuk, "Jangan harap! Kalaupun semua pria di dunia ini sudah mati, aku juga nggak akan menikah denganmu!"Saat bicara, Devika juga mendorong Tirta. Sementara itu, Tirta mengangkat alisnya seraya menanggapi, "Oh, ya sudah. Kalau Bu Devika men
Read More