Pagi datang dengan cahaya pucat yang menyelinap lewat celah tirai. Hannah terbangun lebih dulu, tubuhnya masih berada dalam dekapan Alby. Napas pria itu teratur, lengannya melingkar protektif seolah dunia di luar kamar tak layak mendekat. Untuk sesaat, Hannah hanya diam, menikmati rasa aman yang jarang ia rasakan sebelumnya.Ia menoleh, menatap wajah Alby yang kini tanpa topeng. Bekas luka bakar itu jelas terlihat di bawah cahaya pagi—kasar, tak sempurna, dan nyata. Namun justru di sanalah Hannah melihat kekuatan yang tak pernah Alby pamerkan.Hannah menyentuh pipi Alby perlahan, nyaris tak bersuara.Alby terbangun.Ia menahan napas saat menyadari topengnya tak ada, lalu menegang saat mendapati Hannah masih menatapnya. Refleks lama membuatnya ingin menutupi wajah, tapi tangan Hannah lebih cepat menahan pergelangannya.“Jangan,” ucap Hannah lembut. “Aku masih di sini.”Alby menatapnya lama, seperti memastikan itu bukan mimpi. “Kamu tidak menyesal?”Hannah menggeleng. “Aku justru menyes
Last Updated : 2025-12-26 Read more