Bryan menjatuhkan tubuh gagahnya di sofa ruang santai. Pria itu baru saja menyelesaikan pembicaraan lewat handphone yang masih tergenggam di tangan kiri. Dia memastikan langsung dinner yang direncanakan dengan Jolie beserta anak-anaknya akan berjalan sesuai ekspektasi.Suara berlari kecil yang terdengar menarik perhatian Bryan. Wajahnya berpaling ke asal suara, dia mendapati Zoey yang berlari dengan senyuman manis.“Jangan berlari, Princess-nya Daddy. Nanti kau bisa jatuh.”Wajah Zoey telah tertekuk dengan ekspressi cemberut di hadapan Bryan. Bibirnya sampai mengerucut karena kesal.“Tapi ... apa ini? Kenapa Princess-nya Daddy cantik sekali?” Bryan langsung memuji dress yang Zoey pakai, karena dia tahu putri sulungnya itu ingin cepat-cepat memamerkan dress itu kepada dirinya.Usaha Bryan berhasil. Zoey sudah kembali tersenyum sampai pipinya merona merah.“Dinner nanti aku akan pakai dress ini, Dad. Cantik ‘kan, Dad?” Zoey memutar genit memamerkan dress yang dipakai.Bryan tersenyum le
Read more