Makhluk itu kembali menerjang!Afkar memusatkan seluruh esensi, energi, dan rohnya ke satu titik, lalu bertarung habis-habisan.Meskipun daya serangnya terasa kurang saat menghadapi keberadaan dengan fisik seaneh ini, Afkar tidak pernah punya kebiasaan menunggu ajal.Lagi pula, meskipun dirinya tidak bisa membunuh lawan, dia tidak merasa lawan bisa membunuhnya dengan mudah.Kekuatan fisik makhluk itu memang berada di atasnya, tetapi selain kekuatan tubuh, dia tidak memiliki cara lain lagi.Kalaupun Afkar tidak bertarung secara frontal, dengan memanfaatkan hukum petir api kematian ditambah keunggulan kecepatan dari kekuatan fisiknya, dia masih bisa mengulur waktu, menghindar, dan tidak akan mati di sini.Ditambah lagi, serangan jarak jauh dari energi sejati yang dilepaskan ke luar tubuh memberinya keuntungan untuk terus mengulur waktu.Kalau dipikir-pikir, biasanya justru orang lain yang takut didekati olehnya. Dia selalu mengandalkan keunggulan fisik untuk mencari kesempatan bertarung
Read more