Afkar bertanya dengan niat membunuh yang kuat!Ekspresi Utusan Dewa itu berubah-ubah, dari yang awalnya dipenuhi rasa takut yang tak terbendung, lalu berubah menjadi seperti orang yang memiliki gangguan jiwa."Di bawah ... adalah Dewa Kuno Danbas yang agung!"Mendengar itu, mata Afkar menyipit. Dia berkata, "Panggil dia keluar. Kamu punya cara, 'kan?"Mendengar perkataan Afkar, Utusan Dewa itu tertawa. "Kenapa? Jangan-jangan kamu ingin membunuh dewa ya? Kalau berani, bunuh aku saja! Aku nggak akan pernah mengganggu tidur dan kultivasi Dewa Danbas! Hahaha! Ayo, bunuh aku kalau bisa!"Jelas, dia adalah penganut fanatik Dewa Kuno Danbas. Sekalipun nyawa dia sendiri yang jadi taruhannya, dia tetap tidak akan mengganggu dewa yang dia sembah!"Kalau begitu, matilah!" Afkar mendengus dingin.Detik berikutnya, lengannya bergetar, langsung melemparkan Utusan Dewa itu ke dalam lubang raksasa. Kekuatan besar itu membuat si Utusan Dewa sama sekali tidak bisa meronta.Boom! Segera setelah itu, terd
Mehr lesen