Tubuhnya sudah berbeda. Ryan tahu itu, meski tidak ada angka atau indikator level kultivasi yang bisa mengukurnya. Perubahannya bukan di permukaan. Lebih dalam dari itu. Seolah inti dirinya yang paling mendasar sudah dilebur lalu dicetak ulang dalam bentuk yang baru, tapi karena prosesnya berjalan dari dalam ke luar, hasilnya terasa seperti miliknya sendiri. Bukan sesuatu yang ditempel atau dipaksakan dari luar. Kekuatan itu ada. Ryan bisa merasakannya dengan jelas, bukan sekadar dugaan. Tapi kekuatan itu tidak mengalir bebas. Ada semacam sekat yang menghalanginya, tekanan dari dalam yang tidak membiarkan semuanya keluar sepenuhnya. 'Ada kunci yang belum terbuka.' Sebelum ia sempat menjelajahi pertanyaan itu lebih jauh, suara langkah kaki terdengar dari pintu masuk ruang rahasia. Raja Roh Perang berdiri di ambang pintu. Wajahnya sama seperti pertama kali Ryan melihatnya,: dingin, tanpa basa-basi, tidak ada satu pun ekspresi berlebih di sana. Tapi matanya tidak lagi b
Baca selengkapnya