Ryan berdiri diam cukup lama. Kepergian Elara Quinn meninggalkan rasa berat di dadanya. Wanita itu hanya menyisakan seuntai arwah, tetapi kata-kata dan nyanyiannya seolah masih tertinggal di udara. Setelah beberapa saat, Ryan akhirnya melangkah keluar dari makam. Saat ia tiba di luar, kabut putih yang sebelumnya menutup area itu telah lenyap sepenuhnya. Jalan di sekitarnya kembali terlihat jelas. Di belakangnya, makam besar itu perlahan memudar, lalu menghilang tanpa suara. Yang tersisa hanyalah patung Elara Quinn. Patung itu berdiri tegak di atas tanah, masih mengenakan jubah tempur, masih menggenggam tombak, dan masih memancarkan wibawa seorang dewa perang. Ryan berjalan menghampirinya. Ia menatap wajah patung itu, lalu berkata lirih, "Jika aku bisa bertemu denganmu dalam kehidupan ini, akan kutunjukkan seisi dunia padamu." Setelah mengucapkan itu, Ryan terdiam. Hatinya masih terasa berat. Pria di dalam peti mati batu tadi sangat kuat. Hanya dengan satu tatapan, ia ma
Última atualização : 2026-08-15 Ler mais