Sementara itu, Ryan sudah mengikuti Walton Crane memasuki istana utama Divine Sword Palace. Di atas singgasana, Kepala Istana Jarvis Halden memperhatikannya dengan mata menyipit, seolah ingin membaca segala rahasia yang disembunyikan pemuda tersebut. Ryan membalas tatapan itu dengan wajah polos, seakan sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya sedang diperiksa. "Kepala Istana, seperti yang kau lihat, muridku sudah menjadi murid inti," ujar Walton. "Jadi, mengenai Tanah Terlarang Pedang..." Walton sengaja menggantung ucapannya. Ia tidak perlu mengulangi seluruh kesepakatan di hadapan Kepala Istana. Jarvis pasti mengerti bahwa janji kemarin sudah harus ditepati, terlebih Ryan sudah memenuhi satu-satunya syarat yang mereka tetapkan. "Paman Guru, bagaimana kalau kita membicarakannya lagi dengan para kepala puncak?" Jarvis tersenyum, mencoba mengulur waktu. "Kau sudah berjanji!" Walton menggebrak bangku. "Kalau sekarang kau melarang Ryan masuk, kau sendiri yang harus menanggung ak
Última actualización : 2026-10-20 Leer más