"Kak, ini sedikit dukungan dari kami," kata Janice."Nggak, nggak boleh. Aku nggak boleh menerimanya. Saat itu aku hampir saja mencelakaimu, tapi kamu malah masih membantuku mencari dokter. Mana mungkin aku menerima uangmu lagi," kata wanita itu yang buru-buru mengembalikan angpau itu.Janice menahan tangan wanita itu, lalu menjelaskan, "Kak, aku juga nggak punya ayah, ibuku yang membesarkanku dengan susah payah. Kalau bukan karena kerja kerasnya, aku juga nggak akan bisa tumbuh besar. Kamu masih punya dua anak, jadi kamu harus lebih menjaga dirimu."Wanita itu langsung mengerti maksud tersirat dari Janice. Dia teringat saat dia dan suaminya ditipu sampai suaminya kehilangan nyawa. Namun, saat ingin balas dendam, dia malah tidak bisa menemukan orang itu lagi. Dia sangat menyesal sampai kesulitan bernapas, bahkan sempat terlintas ingin menyusul suaminya saja.Namun, kata-kata Janice menyadarkannya. Jika dia mati, kedua anaknya juga tidak mungkin bisa bertahan hidup lagi. Meskipun bisa b
Read more