Saat Jason dan dua orang lainnya sedang berdiskusi di luar ruang rawat. Di dalam ruangan, Ivy perlahan terbangun.Tubuhnya terasa lemah, seolah seluruh tenaga telah terkuras habis. Seolah-olah dia merasa lelah setelah merasakan ketegangan dan ketakutan yang berkepanjangan."Janice, kamu bilang ... apa Ibu seharusnya nggak mempertahankan anak ini, ya? Sejak tahu sedang hamil, Ibu merasa sekeliling penuh bahaya.""Bu, apa sih yang kamu omongin?" Janice segera menggenggam tangan ibunya erat. "Aku lihat kamar bayi yang Ibu siapkan, cantik sekali. Anaknya nanti pasti suka. Ibu 'kan jelas sayang banget sama anak ini, jangan ngomong yang aneh-aneh. Kita semua akan jagain Ibu, kok."Janice menempelkan tangan Ivy di pipinya dan menatapnya lembut.Ivy menatap putrinya dengan mata berkaca, lalu berkata pelan, "Dulu waktu kamu kecil, Ibu nggak punya kemampuan seperti sekarang. Sekarang ... kamu jangan marah, ya? Jangan tinggalkan Ibu.""Bu, kamu ngomong apa sih? Aku di sini, nggak ke mana-mana."B
Read more