Waktu berlalu cepat, pagi hari tiba dengan nuansa yang benar-benar baru di Gedung Pusat OBC.Mobil Diego berhenti di depan lobi. Kali ini, tidak ada bisik-bisik sinis. Tidak ada tatapan curiga.Begitu Diego melangkah masuk, mengenakan setelan jas biru tua yang pas badan, para karyawan yang berpapasan dengannya langsung berhenti. Mereka menundukkan kepala, memberi salam dengan hormat yang tulus."Selamat pagi, Pak CEO," sapa resepsionis dengan senyum lebar."Pagi," balas Diego ramah, tanpa sedikit pun kesombongan.Ia melangkah menuju lift eksekutif. Di dalam lift, ia melihat pantulan dirinya. Ia bukan lagi orang yang sama dengan yang masuk ke gedung ini beberapa bulan lalu. Ia lebih matang. Lebih tajam.*TING!*Pintu lift terbuka di lantai teratas. Elisa Marquez sudah berdiri menunggu, memegang tablet dengan postur siap tempur."Selamat pagi, Tuan Diego," sapa Elisa ceria. "Jadwal Anda hari ini padat, tapi sudah saya atur agar ada jeda istirahat.""Bagus. Apa agenda pertama?" tanya Die
Read more