Ruang server di lantai dasar gedung OBC terasa seperti perut binatang buas yang sedang tidur. Dingin, bising, dan tidak bersahabat.Deru kipas pendingin berdengung konstan, menciptakan lapisan suara statis yang menusuk telinga. Lampu-lampu indikator berkedip dalam ritme biru dan hijau yang hipnotis, memantul di wajah Diego dan Andrew yang duduk berdampingan menghadap deretan monitor.Jam di sudut layar menunjukkan pukul 03.15 pagi.Diego mengetukkan jari di meja, matanya yang merah dan perih memindai baris demi baris log transaksi digital. Kemeja putihnya sudah digulung hingga siku, dasinya longgar, dan rambutnya berantakan. Di sebelahnya, Andrew duduk dengan postur yang masih tegak, meski matanya menyiratkan kelelahan yang dalam."Mereka pintar," gumam Diego, suaranya serak. "Mereka menggunakan spoofing IP yang melompat dari satu server ke server lain. Singapura, Rusia, lalu Cayman. Jejaknya bersih.""Tidak ada kejahatan yang benar-benar bersih, Diego," sahut Andrew tenang tanpa meno
Dernière mise à jour : 2026-01-14 Read More