Kemeja putih yang dikenakan Alvaro penuh dengan bercak merah. Dan Elena yakin itu darah. Seisi ruangan berbau anyir, di lantai pun penuh dengan kain berwarna merah. Tatapan matanta langsung tertuju ket dada pria itu. Luka tembak!, itulah kenapa dia tak bisa dibawa ke rumah sakit.Elena terdiam, terpaku melihat keadaan Alvaro. “Kenapa? Kamu kaget karena aku belum mati? Suruh dia keluar!” teriak pria itu. Elena menatap Alvaro tajam. “Ijinkan aku menolong,” lirih Elena.Pria itu tersenyum sinis, “kau? menolongku? bawa dia pergi.”“Tapi Tuan, luka Anda harus segera ditangani.”Jose di samping Elena, terlihat begitu cemas.“Apa semua orang mati?” teriak Alvaro.“Sombong!” cetus Elena.Alvaro mendelik, mendengar ucapan Elena.“Kau pasti ingin membunuhku kan?,” kata Alvaro, lemah.Alvaro terlihat tak berdaya, tubuhnya terkulai lemas, matanya sesekali terpejam, menahan sakit.“Jose, hubungi Dokter Richard sekarang!” teriak Elena, panik.Elena segera mendekati Alvaro berusaha melihat luka
Read more