Elena terisak, air matanya akhirnya jatuh membasahi pipi. Dia tahu, kesalahan yang dia lakukan sungguh besar. Entah dia akan bisa tetap hidup setelah ini atau tidak.Pintu tertutup pelan, memisahkan mereka berdua, dan di balik pintu itu, Alvaro menekan dadanya yang terasa sesak. Amarahnya masih ada, namun di baliknya, ada rasa sakit yang jauh lebih dalam.***Malam semakin larut, suasana di dalam rumah besar itu sunyi senyap, hanya terdengar suara detak jam dinding yang berirama lambat. Elena berdiri di balik jendela kamarnya, menatap ke arah taman yang gelap. Dia tak mungkin hanya berdiam saja. Dia sudah menyinggung Alvaro. Nyawanya mungkin tinggal hitungan menit. Sebelum maut benar-benar menjemputnya. Dia harus bertemu dengan Vincent. Pria itu sedang menunggunya. Jika dia tidak datang malam ini, dia pasti melakukan ancamannya pada ibunya. Dia mungkin akan mati, tapi dia tak mau mati sendiri. Vincent harus ikut bersamanya. Agar ibunya bisa tetap hidup. Syukur-syukur dia bisa membuju
Baca selengkapnya