“Tunggu!” kata Don. Langkah Alvaro pun terhenti, saat mendengar seruan ayahnya itu. Dia sedikit berbalik, menatap ayahnya itu. “Baik, aku tak akan ikut campur lagi. Tapi, kau harus berhati-hati. Kau tahu konsekuensinya jika berani menyinggung Morgan.” Alvaro tersenyum tipis, seolah tak ada apapun yang dia takuti. “Aku bisa jaga diri,” jawabnya enteng. Sambil berlalu begitu saja dari kamar ayahnya. Tetapi teriakan ayahnya masih terdengar, “Kau mungkin bisa, bagaimana dengan Elena.” Setelah itu, kepala pelayan masuk dan sibuk menenangkan Don, agar tidak terbawa emosi yang akan membuat sakitnya semakin parah. Alvaro bukan tidak mendengar peringatan ayahnya itu, tetapi dia sudah memperhitungkan semuanya. Ayahnya sudah menyukai Elena, dan itu caranya melindungi wanita itu. Yaitu dengan menjauhkan wanita itu darinya. Seperti yang dia lakukan pada ibunya. Pria itu sangat mencintai ibunya, terbukti dari semenjak ibunya pergi, Don tak pernah lagi dekat dengan wanita manapun. Ibunya adal
Read more