"Setelah hari ini, sidang akan dimulai, 'kan? Obat kuat ini baru bisa diberikan pada saat itu."Yudha mengelus jenggotnya, senyum sinis tersungging di wajahnya.Setelah mendengar penjelasan Yudha tentang obat kuat itu, Kemil masih merasa sedikit khawatir. "Ayah, obatmu memang sangat kuat, tapi bagaimana kalau masih tidak mempan?"Tatapan Yudha menjadi gelap, penuh dengan racun. "Kalau tambah satu dosis lagi."Ini adalah kesempatan langka. Dia benar-benar tak boleh melewatkannya begitu saja.Amira, yang jauh di Negara Surgajelita, sama bahagia dan percaya dirinya dengan Yudha.Dia sudah menghitung kapan dia bisa membawa Arjuna ke Negara Surgajelita, ke istana putrinya.Membayangkan Arjuna, dengan wajah bersih dan tubuh berotot, membuat Amira bersemangat. Dia ingin sekali segera pergi ke Bratajaya, menangkap Arjuna, lalu membawanya ke Negara Surgajelita.Seorang dayang di samping Amira pernah bertanya dengan hati-hati bagaimana dia tahu bahwa Arjuna berotot.Amira langsung merasa bangga.
Read More