Kenshi tertawa setelah mendengar keinginan Mayang. "Kenapa tertawa? Aku serius. Semalam, kamu mabuk. Apa kamu ingat?" tutur Mayang seolah ingin mengingatkan peristiwa semalam. Ekspresi Kenshi langsung berubah dan menatap Mayang. Apa dia pikir semalam dia melakukan itu karena mabuk? Pikir Kenshi menerka. Keduanya saling berpandangan di sisi sofa dengan pikiran masing-masing. Kenshi meraih salah satu tangan Mayang yang menatapnya lekat. "Semalam, tentu saja aku ingat semuanya, sayang!" Kenshi mencium punggung tangan Mayang, seolah ingin memberinya ketenangan batin yang mungkin membuatnya khawatir."Kamu... semalam habis minum, kan! Aku tahu bagaimana bau alkohol itu dan… huft," kata-kata Mayang kembali terhenti saat Kenshi mengecup bibirnya pelan."Aku tahu. Aku minta maaf. Kemarin sore, aku minum kaleng minuman yang ada di kantor karena rasanya cuaca panas sekali," sanggah Kenshi, mencoba mencari alasan yang masuk akal. "Tapi itu haram, Kenshi! Otak kamu bisa rusak karena minuman s
閱讀更多