Selepas Candra pergi ke luar negeri, Vania dan Galang memulai hari baru mereka. Sebagai pasangan suami istri baru, Galang nampak lengket dengan Vania. Bahkan pagi itu, saat jam menunjukkan pukul 5 pagi, tubuh Vania dipeluk erat-erat oleh suaminya. Tak diizinkan pergi kemanapun olehnya. "Kak Galang, lepaskan pelukanmu! Aku harus bangun untuk membuatkan sarapan anak-anak," keluh Vania, berusaha berontak dari pelukan Galang. "Masih pagi. Tidurlah sebentar lagi!" balas Galang, tanpa membuka matanya yang masih tidur. "Ahk, aku benar-benar tidak bisa tidur lagi! Kak Galang, lepaskan aku! Aku harus bangun!" "Tidak boleh bangun! Temani aku tidur sebentar lagi!" balasnya lagi sambil mempererat pelukannya. Melihat sikap manja Galang, Vania hanya bisa pasrah. Dia pun kembali memejamkan mata, berusaha tidur lagi, walaupun matanya sudah tidak mengantuk. "Vania, kapan kita buat adik untuk Kanaya, dan Tania?" bisik Galang, yang tiba-tiba berbisik di telinga Vania. "Apa? Adik? Bu
Terakhir Diperbarui : 2026-08-25 Baca selengkapnya