Sejak sebulan berpisah dengan Vania, Candra mulai merasakan hari-hari yang suram. Irma mulai kembali ke setelan pabriknya yang malas, dan boros. Kerjaannya hanya belanja setiap hari, lalu tidur dan main hp. Bahkan bayi laki-lakinya pun tak pernah lagi dia pedulikan. Owekkk... Owekkk... "Irma, kamu dengar kan suara anak kita? Dia nangis. Coba kamu gendong dan berikan dia asi!" titah Candra, duduk di tepi ranjang sambil menatap istrinya yang sedang berbaring main hp. "Mas Candra, aku sedang sibuk! Kan ada kamu dan pembantu rumah. Kenapa harus aku repot-repot gendong dia? Lagian kamu, pintar buatnya, masa ngurusnya gak mau," balas Irma sambil mengambil earphone di tangan kanannya. "Tapi dia itu haus! Kamu kasih dia asi dulu!" "Asi? Mas, aku gak mau lagi kasih dia asi! Sejak dia lahir, tubuhku jadi jelek. Aku juga sudah bilang, gak mau berikan ASI untuk bayi kita. Aku gak mau gara-gara menyusui bayi, bentuk tubuhku jadi jelek! Sudah ah, urus anakmu! Aku capek!" teriak Irma, kesal
Last Updated : 2026-08-17 Read more