“Ca, sayang! Ayo, bangun! Kita sudah sampai, sudah landing!”“Hah, apa?”“Kita sudah di daratan,”terang Rey lagi lalu tersenyum geli ketika gadis itu celingukan memperhatikan sekelilinya dan juga melihat keluar melalui kaca jendela pesawat.“Waah, kita sudah turun. Pesawatnya selamat, alhamdulillah ya Allah!” gumamnya sambil menengadahkan tangan lalu mengusap wajahnya.“Ica, sudah tenang, kan, gak terjadi apa-apa, kan naik pesawat?” Ayah Yoga ikut mengomentari saat melihat tingkah lugu menantunya.“Hehe, iya, yah! Alhamdulillah.”Ica memperhatikan saat Rey melepas sabuk pengaman dan mengikutinya. Hampir semua penumpang nampak bersiap-siap turun dari dan mengambil tas dari kabin setelah pramugari memberi informasi jika pesawat sudah parkir dan pintu pesawat sudah dibuka.Rey mengelus kepala Ica saat ia hendak berdiri, seolah memberinya tanda bahwa semua baik-baik saja.“Huaahh!” Ica menutup mulutnya karena menguap lagi dan lagi.“Masih ngantuk? Nanti sampai di hotel, kita istirahat dul
Read More