"Ayah, Bunda, kami pergi dulu, ya! Maaf, gak bisa nginep dulu. Rey udah ada janji sama orang.""Ya, sudah gak pa pa. Kenapa gak ajak Ica? Ica kasihan kan, ditinggal sendirian di rumah," protes Sherly saat mengantar anak dan menantunya itu ke depan rumah. "Enggak, bun! Ica gak pa pa, kok! Lagian sampe rumah paling Ica masuk kamar,"terang Ica."Atau, Ica nginep aja di sini, gimana?" tawar Sherly.Rey langsung berbalik,"Bun, please deh! Jangan ganggu honeymoon aku sama Ica!" Rey menarik bahu Ica mendekat ke arahnya. Ica hanya terkekeh. "Ciyeee, yang masih honeymoon, gak mau diganggu segala. Awas, jangan kelewatan!" Ucapan Sherly itu sambil mengedipkan sebelah mata menggoda. Ica menahan geli melihat ibu dan anak di hadapannya itu saling bercanda. Pemandangan yang untuk sesaat membuatnya bahagia. Namun, setelah berada di mobil, Ica kembali duduk terdiam. Malam itu, Rey sengaja meminjam mobil ayahnya untuk mengantar Ica pulang dan janji menemui kawannya. "Sayang, kamu kenapa? Perasaan,
Huling Na-update : 2026-03-04 Magbasa pa