Malam itu, Ica menuju kamar kostnya tanpa membuat kegaduhan. Sebelumnya ia juga mengecek garasi, kalau-kalau ada mobil Rey di sana. Jujur saja, saat ini sebenarnya ia masih belum siap dan canggung jika bertemu Rey. Berbagai dugaan muncul dalam benaknya, bahkan hal terburuk sekalipun.Gadis itu lega ketika mendapati kamarnya terlihat masih gelap, menandakan tak ada seorang pun di dalam. Setelah membuka pintu, ia menarik nafasnya ketika masuk, menggantungkan jaketnya di belakang pintu kemudian melangkah ke arah toilet.Ia membiarkan lampu luar yang menerangi kamarnya yang senyap. Setelah keluar dari toilet, ia menatap ke setiap sudut kamarnya. Tidak ada yang berubah. Namun, matanya tertuju pada sepatu yang tergeletak di pojokan kamar.Penasaran, ia hampiri sepatu yang ia kenali betul sebagai sepatu Rey. Apa mungkin dia meninggalkannya di sini, pikirnya. Lalu ia pun berdiri sambil berpikir.“Darimana saja?”Deg. Ica terbelalak tapi tak berani membalikkan badannya. Suara yang begitu diken
Last Updated : 2025-02-07 Read more