Vincent merapatkan bibir tipisnya, lalu menyingkirkan tangan Bos Adrian dari bahunya. "Bos Adrian, aku mau pulang dulu."Vincent berbalik dan hendak pergi.Wajah Melisa seketika menegang. Dia segera memanggil, "Vincent!"Bos Adrian maju ke depan, "Vincent, kamu sudah terkena obat. Kenapa masih mau pergi? Aku sudah suruh orang mengantarkan kalian berdua ke kamar hotel."Vincent langsung menolak, "Nggak perlu."Penolakan itu membuat wajah Melisa langsung pucat. Padahal dirinya memiliki segalanya, wajah cantik, tubuh indah, dan banyak pria dari ujung kota sampai luar negeri yang mengejarnya. Namun, dia justru jatuh cinta pada pria miskin seperti Vincent.Sebagai wanita, Melisa sudah sangat aktif mendekatinya, tetapi masih juga ditolak. Dia sungguh tak bisa mengerti alasannya.Bukankah ini justru keuntungan bagi Vincent?Bos Adrian menatap ke arah Vincent. "Vincent, apa maksudmu? Bukannya kamu sudah menjalin hubungan sama anakku? Sekarang, Melisa adalah pacarmu. Bahkan, rencana pernikahan
Magbasa pa