Wanda membawa Sasha masuk ke ruang kegiatan taman kanak-kanak yang dirangkai dengan bunga-bunga, lalu tercium aroma kue. Tak lama, dia melihat Leonard berdiri di depan jendela.Hari ini dia mengenakan kemeja tradisional yang berwarna coklat muda, tubuhnya terlihat sangat tegak, bisa dibilang dia tidak serasi dengan lingkungan di sekitar. Di sampingnya ada Ziko yang berdiri dengan tenang sambil memegang erat e-reader yang selalu dia bawa, juga sambil melihat sekitar dengan mata besarnya yang penuh rasa waspada."Om Leonard, Ziko." Sasha berlari ke sana dengan senangLeonard mengangkat sedikit kepalanya untuk melihat ke arah Wanda, bukan Sasha. Awalnya tatapan yang sedingin es itu menghilang, malah melintas rasa kasih sayang. "Wanda" Nada bicaranya tetap datar, tapi lebih berperasaan dari telepon."Pak, Ziko, cepat sekali kalian tiba." Wanda berjalan ke sana dengan senyum, lalu berjongkok untuk melihat Ziko. "Ziko, hari ini kita barengan buat kue, ya?"Bulu mata Ziko gemetar sebentar, di
Read more