Kini, lorong di depan ruang perawatan Matilda tak lagi sekadar dinding putih rumah sakit. Deretan karangan bunga warna-warni menyesaki hampir seluruh sisinya—kontras dengan lantai pucat yang dingin. Mawar putih, lili, anggrek, tulip, hingga bunga terompet kuning cerah, seolah berlomba menghadirkan kehidupan di tempat yang biasanya hanya akrab dengan kecemasan.Bunga-bunga itu datang dari berbagai penjuru. Dari dalam negeri, dari luar negeri. Nama-nama besar tertera di pita-pita panjang, dilengkapi dengan kartu-kartu yang bertuliskan doa-doa singkat—beberapa di antaranya dalam bahasa asing.Lekas sembuh, Matilda.Bangun, Saudari! Mesir menunggu kita!Bangunlah, Mat. Petualanganmu belum selesai.Setiap pagi, Nayla selalu berhenti di sana. Berdiri lama, membaca satu per satu kartu ucapan itu. Sebagian besar bahasa asing bisa dengan mudah ia pahami, sebagian lagi bisa ia artikan setelah membuka g**gle, mencari arti kalimat demi kalimat—dan setiap kali tahu maknanya, dadanya terasa menghan
Dernière mise à jour : 2025-12-31 Read More