Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kehamilan Liana kali ini cukup rewel. Gampang marah, gampang menangis, pokoknya suasana hati gampang berubah-ubah dengan cepat. Sensitif sekali, dan sangat manja. Jujur saya Juna cukup kewalahan menghadapinya. Di waktunya yang terbatas, Juna harus membagi antara pekerjaan, mengurusi Sienna, menuruti semua keinginan mengidam Liana, termasuk mengenai keinginan Liana yang selalu ingin berdekatan dengannya. Hal tersebut membuat Juna jadi sering mengabaikan istrinya yang lain, Aluna. Seperti saat ini misalnya, Juna dilanda bimbang, pasalnya hari ini rupakan jadwalnya bersama Aluna. Tapi sudah pukul sepuluh malam, Liana belum mau ditinggal. "Bunda, gak tidur?" Tangan Juna tengah mengelus-elus perut sang istri, sudah menjadi keharusan untuk Juna melakukan hal tersebut akhir-akhir ini. Jika ada yang ingin tahu, sebenarnya sudah hampir satu jam Juna berada diposisi itu. Cukup pegal rasanya, tapi ia tidak berani, walau hanya meminta izin untuk be
อ่านเพิ่มเติม