"Kuat sekali!" ucap Ewan dengan ekspresi penuh kekaguman.Dharmadaya menyatukan kedua tangan. "Amitabha, Tuan Ega tetap seperti dulu, keberaniannya tak tertandingi di dunia."Dewa Perang berkata dengan iri, "Punya anak seharusnya seperti Ega. Pak Latif, kamu punya anak yang hebat!"Latif langsung melotot, tidak puas. "Maksudmu apa? Memangnya Widopo dan Dika itu buruk?"Seketika, Dika dan Widopo langsung menatap Dewa Perang."Haha, aku salah bicara." Dewa Perang tertawa. "Pak Latif, ketiga anakmu memang hebat, tapi aku berani bilang, cucumu nanti akan lebih hebat dari ketiga anakmu."Latif tampak bangga. "Omong kosong, lihat saja darah siapa yang mengalir di tubuh Ewan!"Di samping, Dika berkata kepada Putri Naga, "Istriku, lihat tuh, kakakku hebat, 'kan?"Putri Naga mengangguk dengan kagum. "Hebat."Dika berkata, "Andai suatu hari aku bisa sehebat kakakku.""Kamu?" Putri Naga meliriknya, lalu berkata dengan nada meremehkan, "Kalau suatu hari kamu sudah nggak perlu pegangan tembok lagi,
Leer más