Pagi yang dinanti akhirnya tiba. Langit Jakarta yang biasanya kelabu tertutup polusi, kali ini tampak sedikit lebih cerah, seolah memberi restu pada misi rahasia dua bocah kelas lima SD itu. Di depan gerbang sekolah, tiga bus pariwisata besar sudah terparkir rapi.Dylan turun dari mobil mewah hitamnya dengan wajah yang sangat tenang, terlalu tenang untuk anak yang akan melakukan infiltrasi ke gudang tua. Febby mencium kening putranya itu dengan penuh kasih, sama sekali tidak menyadari bahwa di dalam tas ransel Dylan, selain buku biologi, tersimpan peralatan yang bisa membuat agen intelijen sekalipun terkesan. "Ingat pesan Mommy, Dylan. Jangan jauh-jauh dari guru, jangan lepas dari rombongan, dan jangan mematikan jam tanganmu," pesan Febby lembut. "Iya, Mom. Aku ingat," jawab Dylan singkat. Ia merasa sedikit sesak saat berbohong, tetapi bayangan lencana kakeknya di dalam
Huling Na-update : 2026-04-14 Magbasa pa