Tujuh hari berlalu sejak Shaz berdiri di hadapan orang tua Alysaa dan mengucapkan niatnya. Tujuh hari yang terasa jauh lebih panjang dari hitungan kalender.Hari-hari itu diisi dengan persiapan yang sunyi. Tidak ada undangan yang dicetak. Tidak ada grup keluarga yang ribut membicarakan dekorasi. Yang ada hanya berkas-berkas yang berpindah tangan, tanda tangan di atas materai, dan tatapan Alysaa yang semakin sering melayang entah ke mana.Pagi itu, bangunan KUA berdiri sederhana di bawah langit Bandung yang mendung tipis. Udara lembap, angin bergerak pelan, seolah ikut menjaga kesakralan yang akan terjadi.Shaz datang lebih dulu.Ia mengenakan kemeja putih bersih dan setelan hitam sederhana. Wajahnya tampak tenang, namun rahangnya mengeras sebuah tanda bahwa hatinya sedang bekerja terlalu keras menahan sesuatu yang bergejolak di dalam. Disana ia mengobrol melalui saluran video call bersama mami dan babanya, tak lupa di grup keluarga juga kakak-kakaknya memberikan doa.Tak lama, Alys
Última actualización : 2026-04-07 Leer más