Tak lama kemudian, Eva keluar dari kamar mandi. Wajahnya masih memerah, setelah sekian lama bergelut dengan detak jantungnya yang tak juga tenang.Ia sedikit terlonjak kaget saat mendapati Bryan berdiri bersandar di pintu, menunggunya dengan senyum usil. “Semedinya sudah selesai, ya?” goda Bryan, menatapnya dari ujung kepala sampai kaki.“Iih… apaan sih,” sahut Eva gugup. Ucapannya sontak terhenti ketika matanya menangkap tubuh Bryan yang hanya mengenakan kimono tipis, belahan dadanya terbuka, menampakkan kulitnya yang hangat.Eva buru-buru menelan ludah. Matanya berusaha menghindar, tapi justru makin sering mencuri pandangan. Bryan, yang menyadarinya, tersenyum jahil.Tanpa peringatan, ia mendekat lalu mengangkat tubuh Eva dalam gendongannya. “Sepertinya ritual selanjutnya lebih cocok kita lanjutkan di ranjang,” ucapnya pelan di telinga Eva.“Aw! Turunin, aku bisa jalan sendiri,” protes Eva se
Last Updated : 2025-09-03 Read more